Langsung ke konten utama

Sebuah Puisi Tanpa Arti





Waktu yang mengalir berjalan pulang
tanpa terkejar tertunduk malam
jiwa menanti menjawab keraguan diri
dalam bayangan hitam langit yang membisu

dimanakah cerita tentang kita berlalu
mengenang sukma menyisakan haru
biru hatiku tertanam dalam sujudku
terbawa sesal hancurkan pelukkan mu

bangkitlah kawan tinggalkan malam
bersama bintang teruskan perjanjian
kita kan datang dalam hidup yang terbuang
melihat janji yang dulu hilang

sampai dimana ratapan kasih kita
bersatu padu dalam derita
menyanyi pilu hancurkan dada
tertawa resah tinggalkan dunia

Komentar